Selasa, 09 Januari 2018


Kota Pekalongan terkenal sebagai sentral batik di Indonesia. Namun, bila Anda sedang berlibur ke Pekalongan, selain batik, seharusnya Anda juga membawa beberapa oleh-oleh lainnya untuk dibawa pulang seperti yang saya lakukan saat libur tahun baru lalu. Terlebih bila oleh-oleh tersebut bisa dimakan, kan ? Nah, apa saja oleh-oleh yang bisa Anda bawa ?

1. Teh Bandulan


Salah satu oleh-oleh khas Pekalongan yang saya bawa pulang saat pulang dari Pekalongan di libur tahun baru lalu adalah Teh Bandulan. Sebenarnya, ini sama saja seperti teh pada umumnya. Namun, perbedaannya terletak pada aromanya yang khas seperti ada bau gosong sedikit.

Teh ini ternyata pertama kali diracik oleh Thang Tjeng Kiat bersama istrinya Kho Pek Ngoo di sebuah gudang di daerah Derpowangsan, Kelurahan Sugih Waras pada tahun 1933 lalu. Bila Anda tertarik juga untuk membawanya pulang, Anda bisa memilih teh dalam bentuk bubur atau cair, ya !

2. Kecap dan Taucho Pulau Djawa


Oleh-oleh selanjutnya yang sempat saya bawa pulang adalah kecap dan taucho cap Pulau Djawa. Ini adalah merk legendaris di Pekalongan, lho ! Rasanya juga sangat khas. Ada sensasi gurih yang akan Anda rasakan saat mencicipinya. Bila Anda ingin membelinya, Anda bisa menemukannya di pasar-pasar tradisional Pekalongan.

3. Limun Oriental Cap Nyonya


Kuliner selanjutnya yang harus Anda bawa pulang adalah limun oriental cap Nyonya. Meski membawanya pulang agak ribet karena mereka terdiri atas botol-botol kaca, namun ternyata Anda bisa meminta packing langsung saat membelinya di pabrik. Harga satu botol limun ini adalah Rp 7.000,- saja dengan berbagai varian rasa yang bisa Anda pilih.

4. Kopi Tahlil


Kopi Tahlil adalah oleh-oleh berikutnya yang mesti Anda bawa pulang bila mengunjungi kota ini. Ini adalah kopi yang berbahan dasar bubuk kopi asli yang dicampur dengan rempah-rempah. Anda bisa membelinya di warung-warung angkringan yang mulai buka pada malam hari. Harga satu bungkusnya juga murah, hanya Rp 15.000,- saja.

5. Roti Purimas


Oleh-oleh terakhir adalah Roti Purimas. Ini adalah makanan ringan khas Pekalongan yang memiliki berbagai varian. Ada yang roti, cake, hingga kue basah. Anda bisa datang ke toko Purimas yang ada di Jalan Hayam Wuruk untuk membeli beragam varian dari merk Roti Purimas ini.

Sudah mendapatkan oleh-oleh yang pas saat pulang dari berlibur ke Pekalongan ? Jika sudah, kini saatnya Anda pulang. Bila Anda tertarik menggunakan bus, Anda bisa memesan tiket secara online di https://www.redbus.id. Beli tiket di sini dijamin aman! Anda akan mendapatkan harga terbaik dan pelayanan terbaik. 

Senin, 08 Januari 2018

AC Inverter

Mau beli AC tapi bingung mau pilih yang tipe AC Inverter atau tipe AC Low Watt ? Tak usah terlalu dipikirkan! Anda bisa melihat perbandingan antara dua jenis AC tersebut di bawah ini. Setelah Anda tahu apa saja perbedaannya dan mana yang lebih unggul, barulah Anda putuskan apa yang Anda butuhkan. Bagaimana ?

1. Irit Mana ?
Jika Anda mencari AC yang paling irit, Anda mungkin bisa memilih AC tipe Inverter. Sebabnya, AC dengan tipe ini memiliki watt bervariasi antara 225 hingga 920 watt. Sedangkan untuk AC Low Watt biasanya adalah sekitar 880 watt. Kalau dibandingkan dengan cara ini, Anda bisa melihat ada AC tipe Inverter yang lebih boros.

Namun, Anda salah. AC tipe inverter bekerja dengan cara start up dengan watt yang besar yakni 225 hingga 920 watt, namun bila pendinginan sudah maksimal, penggunaan wattnya akan jauh berkurang. Berbeda dengan tipe Low Watt yang penggunaan wattnya stabil sejak pertama dihidupkan hingga dimatikan.

2. Lebih Mahal Mana ?
Jika ditanya lebih mahal mana antara Ac tipe Inverter dan tipe Low Watt, pasti yang kalah adalah AC tipe Inverter. Pasalnya AC tipe ini di semua merk-nya memang lebih mahal dibanding tipe Low Watt. Bahkan, selisihnya bisa sampai 1,5 juta. Namun, balik ke perbandingan irit mana, ya! Anda bisa menghemat listrik bila menggukan AC tipe Inverter.

3. Lebih Berisik Mana ?
Untuk pertanyaan yang satu ini, sekali lagi AC tipe Inverter menjadi pemenangnya. AC tipe ini tidak menghasilkan bunyi yang kentara meskipun dinyalakan dalam waktu yang lama. Berbeda dengan tipe Low Watt yang akan menimbulkan suara berisik bila sudah dihidupkan dalam hitungan jam.

Jadi, mau pilih yang mana? AC Inverter atau AC Low Watt ? Kalau saya sih, tentunya pilih yang Inverter. Nah, bila suatu saat terjadi masalah dengan AC Anda atau Anda perlu melakukan servis, hubungi saja CMS Maintenance yang merupakan penyedia jasa perbaikan dan servis AC terbaik di Jakarta. Saya sudah mencobanya, sekarang giliran Anda !

Popular Posts