Kamis, 14 Mei 2020

Aditia Noviansyah
Aditia Noviansyah

Bekerja sebagai fotografer lapangan tentunya mampu memberikan tantangan tersendiri. Terlebih lagi jika harus mengambil gambar di lokasi yang begitu berbahaya. Tentunya mereka harus siap dengan segala risikonya. Dalam objek foto diambil untuk mendapatkan hasil yang bagus membutuhkan keberanian untuk mengambil foto dalam segala risiko tentunya. Bahkan nyawa juga bisa menjadi taruhannya. Nah berikut Aditia Noviansyah sosok inspiratif yang layak mendapatkan asuransi Syariah Indonesia. 

Dapat Mengambil Gambar dengan Apik
Meski dalam keadaan yang sedang kacau tak menjadi halangan bagi seorang fotografer dirinya harus tetap berfokus untuk mengambil gambar disetiap sudut untuk menjadi dokumentasi yang diharapkan, namun fotografer Aditia Noviansyah tetap mampu menangkap hasil gambar dengan apik. Bahkan dalam sebuah gambar yang diambilnya pada kedaan tersebut yang terbilang masih sangat kacau dirinya juga mampu memperlihatkan teroris saat melancarkan aksinya yang terbilang membahayakan orang sekitar. Bahkan seorang fotografer yang satu ini juga mampu mengambil gambar seorang polisi yang terlibat adu tembak dengan pelaku. Padahal kalau tidak konsentrasi dalam situasi kacau pasti tak mampu mengambil gambar yang apik apalagi yang bagus dengan mendapatkan beberapa objek sebagai bahan dokumentasi. Perlu konsentrasi tinggi serta caara berpikir guna mengambil dari sudut mana yang harus didapatkan. Apalagi gambar bukan suatu asal jepret gambar atau foto. Agar sebuah foto mendapatkan makna apalagi dalam sebuah kejadian tersebut harus ada makna kenapa gambar tersebut harus diambil. Itulah tidak mudah menjadi seorang fotografer, dengan adanya pengalaman dimana-mana serta tingginya risiko apalagi nyawa hal tersebut tak diindahkan untuk menjadi beban tugas agar terciptanya sebuah foto yang bermakna.

Tak Henti-hentinya Mengucapkan Kalimat Allahu Akbar
Selama merekam aksi bom Sarinah, fotografer Aditia Noviansyah tak pernah berhenti mengucapkan lafal Allahu Akbar. Dia selalu berdoa memohon keselamatan untuk dirinya sendiri selagi menyaksikan bagaimana sang pelaku melancarkan aksinya. Saat dirinya bertugas pun masih disempatkannya untuk mengingat Tuhan agar apa yang ia lihat semoga tidak terjadi apa-apa serta apalagi yang ia mendapatkan tugas untuk mengambil gambar untuk tetap selamat selama menjalani tugas. Saat seperti inilah yang menunjukkan jika profesi fotografer lapangan tak semudah yang dibayangkan. 

Langsung Datang ke Lokasi Bersama Subekti
Awalnya Aditia mengira jika suara ledakan tersebut adalah suara petir. Namun ternyata suara tersebut merupakan suara ledakan yang terjadi di kawasan Thamrin. Setelah mengetahuinya Aditia langsung datang ke lokasi bersama Subekti rekannya setelah ledakan pertama yang terjadi di Starbuck dan Burger King yang terletak di kawasan Djakarta Theatre. 

Aditia Mengambil Gambar dengan Posisi Tiarap
Setelah mendengar ledakan kedua, Aditia langsung pergi menuju jembatan penyebrangan yang berada tepat di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan mengambil beberapa gambar kejadian. Aditia mengambil gambar dengan posisi tiarap dan kameranya menghadap ke arah perempatan jalan tepat di mana pos polisi itu berada. 

Aditia Mengambil Gambar Kejadian Sambil Berdebar
Perasaan tak karuan tentunya dirasakan oleh Aditia saat mengambil gambar kejadian. Bagaimana tidak, nyawa adalah taruhannya. Saat mengambil gambar, Aditia merasa mengapa nyawa dapat jatuh dengan mudah. Bahkan ia juga heran mengapa harga nyawa itu terlalu murah. 

Itulah kisah Aditia Noviansyah, fotografer pemberani yang mengabadikan kejadian bom Sarinah yang berada di kawasan Thamrin. Melalui cerita tersebut kita dapat mengetahui bahwa pekerjaan seorang fotografer lapangan tidaklah mudah. Aditia Noviansyah layak mendapatkan Produk Asuransi Syariah dari Allianz. Karena #AwaliDenganKebaikan memulai kebaikan bisa dari mana saja. Selagi menjadi fotografer pun bisa.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts